Peneliti Nordik memunculkan tafsir baru mengenai Ragnarök, menyebut peristiwa yang selama ini dianggap kiamat dunia itu sebagai proses regenerasi alam semesta yang berulang, bukan kehancuran final.
Penelitian terbaru dari Universitas Kyoto mengungkap bahwa figur Oni dan Yokai—yang selama ini dianggap sekadar makhluk supernatural dalam cerita rakyat Jepang—memiliki akar historis yang lebih dalam, berasal dari realitas sosial dan politik era kuno.
Ukiran pada pilar batu berusia sekitar 12.000 tahun di Göbekli Tepe, selatan Turki, diyakini menunjukkan kalender matahari paling awal yang pernah ditemukan — merombak ulang pemahaman kita tentang kecanggihan astronomi masyarakat prasejarah.
Sejumlah peneliti dan penulis sejarah alternatif mengusulkan bahwa jauh sebelum kedatangan agama-agama besar ke Nusantara, telah ada peradaban purba bernama LeMuria — dengan sistem kepercayaan spiritual yang kemudian dikenal sebagai Kapitayan, mewujud sebagai jejak budaya dan rohani khas tanah Jawa.
Legenda Anunnaki, yang berasal dari peradaban kuno Sumeria di Mesopotamia, telah membangkitkan daya tarik luar biasa — dari mitologi klasik hingga teori konspirasi masa kini — namun bukti historis dan arkeologis menegaskan mereka tetap sebagai bagian dari warisan budaya religius, bukan alien.
Sekitar 2.300 tahun setelah kematiannya, kisah Atlantis dari tangan filsuf Yunani Kuno Plato tetap membangkitkan kontroversi: apakah Atlantis benar-benar pernah ada, atau sekadar alegori filosofis tentang kejatuhan peradaban?
Lebih dari 150 tahun setelah perang berakhir, pertanyaan yang sama masih menggantung: siapa yang bertanggung jawab atas hilangnya sebuah peradaban?
"Kenaikan tingkat insiden tidak dapat sepenuhnya disematkan pada skrining yang lebih baik. Gaya hidup juga turut berperan, termasuk pola makan, obesitas, dan kurangnya aktivitas fisik, yang memengaruhi risiko kanker sejak dini." — Dr. Ahmed Jemal, American Cancer Society
“Tidak ada satu metode tunggal dalam sains yang menjamin kebenaran. Justru hanya dengan keberanian berpikir berbeda kemajuan terjadi,” – Paul K. Feyerabend dalam Against Method
“Simbol Ⓐ dalam lingkaran menjadi ikon dari perlawanan terhadap kekuasaan otoriter, dan representasi perjuangan komunitas bebas yang menjunjung solidaritas serta kebebasan. Dalam konteks akademik dan sejarah, ia bukan sekadar coretan jalanan, melainkan jejak pemikiran yang telah menginspirasi generasi.”