Isu keberadaan “deep state” atau negara dalam negara kembali menjadi perbincangan setelah pernyataan Dody Hanggodo memicu diskusi publik tentang kemungkinan adanya kekuatan tersembunyi yang memengaruhi arah kebijakan di luar struktur resmi pemerintahan.
Perkembangan terbaru politik Amerika Serikat kembali memicu kontroversi setelah Donald Trump dihadapkan pada berbagai isu sensitif, mulai dari langkah hukum terhadap James Comey hingga ancaman keamanan yang meningkatkan ketegangan nasional.
Misteri penampakan UFO di Rendlesham Forest, Inggris, kembali mencuat sebagai salah satu kasus paling kontroversial dalam sejarah, dengan kombinasi kesaksian militer, bukti rekaman, dan temuan fisik yang hingga kini belum sepenuhnya terjawab.
FBI menyelidiki berkembangnya teori hilangnya ilmuwan di Amerika Serikat yang sebelumnya hanya beredar di komunitas online. Kasus ini menjadi perhatian karena menyentuh isu keamanan nasional dan penyebaran informasi tidak terverifikasi.
ubur-ubur spesies baru ditemukan di Teluk Meksiko, dengan ilmuwan berhasil mengungkap seluruh siklus hidupnya secara lengkap. Penemuan ini membuka wawasan baru tentang keanekaragaman hayati laut dalam.
Jepang mengungkap penemuan 38 spesies baru di kedalaman sekitar 5.000 meter dalam sebuah ekosistem unik yang dijuluki “istana kaca”. Temuan ini membuka wawasan baru tentang kehidupan laut dalam yang selama ini masih misterius.
Pameran pertahanan SAHA 2026 di Istanbul akan menghadirkan lebih dari 1.700 perusahaan global dengan ratusan inovasi baru, terutama di bidang drone dan teknologi militer modern. Ajang ini menjadi sorotan sebagai indikator arah perkembangan industri pertahanan dunia.
Rusia memperkenalkan sistem pertahanan udara baru dengan memanfaatkan rudal R-77-1 missile yang diadaptasi dari platform udara ke darat. Langkah ini dinilai sebagai strategi cepat untuk memperkuat kemampuan menghadapi ancaman udara modern.
Korea Utara menguji senjata baru berupa bom blackout dan teknologi pulsa elektromagnetik yang diklaim mampu melumpuhkan jaringan listrik dan sistem elektronik secara luas. Langkah ini meningkatkan kekhawatiran terhadap eskalasi militer berbasis teknologi di kawasan Asia Timur.
Pada 2025, pemerintahan federal Amerika Serikat kehilangan lebih dari 10.000 ilmuwan Ph.D. di bidang STEM karena pengunduran diri, pensiun, dan restrukturisasi jabatan, mengejutkan komunitas riset dan menimbulkan kekhawatiran tentang dampaknya terhadap kapasitas ilmiah nasional.