Pasca penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro oleh pasukan AS, lanskap politik negara itu berubah cepat dengan munculnya Presiden interim, upaya dialog dengan AS, serta tekanan dan kecaman dari berbagai negara.
Thailand melepas 18 tentara Kamboja yang ditahan sejak Juli sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata baru, membuka peluang langkah diplomatik lebih lanjut setelah bentrokan sengit di perbatasan berakhir.
Dalam pidato malam Tahun Baru 2025, Presiden China Xi Jinping sekali lagi menegaskan tekad Beijing untuk mewujudkan reunifikasi dengan Taiwan, menyebutnya sebagai “tren sejarah yang tak terelakkan” di tengah ketegangan militer yang meningkat.
DPR RI menegaskan bahwa Indonesia wajib menolak penangkapan Presiden Venezuela oleh militer AS karena dianggap melanggar prinsip kedaulatan dan hukum internasional.
Sejumlah media internasional memberitakan nama Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, masuk dalam daftar finalis tokoh yang dinilai memberikan kontribusi besar terhadap korupsi global, memicu respons di Indonesia.
Presiden Indonesia Prabowo Subianto tercatat dalam daftar media Singapura The Straits Times sebagai salah satu dari sepuluh pemimpin dunia yang diperkirakan akan memegang peranan penting dalam kancah global sepanjang 2025.
Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat telah mengambil alih peran inti dalam menyelesaikan konflik global karena menurutnya Perserikatan Bangsa-Bangsa tidak efektif dalam misi perdamaian.
Tiongkok melancarkan latihan militer besar di perairan dan udara sekitar Taiwan sebagai peringatan keras terhadap gerakan pro-independensi dan campur tangan asing, sementara Taipei mengecam langkah tersebut yang dianggap mengancam stabilitas regional.
Anggota DPR RI menyoroti pentingnya keterlibatan Indonesia dalam diplomasi internasional untuk menjaga persatuan dan kedaulatan Somalia di tengah meningkatnya tekanan geopolitik regional.
Indonesia kian menegaskan posisinya di panggung internasional dengan peran aktifnya dalam blok ekonomi BRICS, sebuah langkah strategis dalam menghadapi perubahan tatanan ekonomi global.