Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyampaikan keprihatinan serius atas keputusan Amerika Serikat (AS) untuk mengakhiri keanggotaannya di badan kesehatan PBB tersebut, menyatakan langkah itu akan melemahkan kapasitas global dalam menghadapi ancaman kesehatan di masa depan. Pernyataan tersebut muncul setelah Washington menyelesaikan proses resmi keluar dari WHO pada 22 Januari 2026, setelah proses satu tahun sejak dimulainya proses formal.
Dalam pernyataannya, WHO menilai bahwa keberadaan AS sebagai anggota bukan hanya simbolis, tetapi memainkan peran penting dalam dukungan teknis dan finansial yang telah membantu menangani berbagai krisis kesehatan besar sepanjang sejarah organisasi. Keputusan untuk mundur disebut “membuat Amerika Serikat dan dunia menjadi kurang aman,” karena potensi kelemahan dalam koordinasi respons terhadap penyakit menular dan kesiapsiagaan kesehatan global.
Langkah AS ini dipicu oleh kritik dari pejabat Amerika terhadap WHO terkait respons terhadap pandemi COVID-19 pada awal 2020, yang menurut pihak AS lambat dan kurang transparan. Washington menuduh badan dunia itu rentan terhadap pengaruh politik dan reformasi internal yang diperlukan. WHO membantah narasi tersebut dan menegaskan bahwa tanggapannya selama pandemi dilandasi oleh data ilmiah yang tersedia, serta bekerja untuk membantu negara-negara anggota dengan pedoman dan sumber daya terbaik yang dimiliki.
Dampak keluarnya AS menjadi anggota WHO dipandang oleh sejumlah ahli kesehatan internasional sebagai tantangan besar bagi kemajuan kesehatan masyarakat global. AS selama ini merupakan salah satu pendonor utama dan sumber dukungan bagi penguatan sistem kesehatan di berbagai kawasan. Ketidakikutsertaan AS diperkirakan dapat mengurangi kapasitas pendanaan, koordinasi, dan penelitian yang menjadi kunci respons cepat terhadap wabah penyakit menular lintas negara.
Pernyataan WHO juga mengandung harapan agar AS dapat mempertimbangkan kembali keputusan tersebut di masa depan dan kembali berpartisipasi aktif dalam agenda kesehatan global. Dalam konteks saat ini, isu kesehatan lintas negara menjadi semakin kompleks dengan kemunculan varian penyakit baru, tantangan resistensi antimikroba, serta kebutuhan koordinasi untuk kesiapsiagaan pandemi berikutnya.
Comments
Leave a Reply