Partai Bhumjaithai tampil sebagai pemenang dalam pemilihan umum Thailand pada Sabtu (8 Februari 2026), menurut data awal yang dirilis oleh Komisi Pemilihan Thailand. Pemimpin sementara pemerintah dan ketua partai itu, Anutin Charnvirakul, menyatakan kemenangan tersebut sebagai kemenangan bagi seluruh rakyat Thailand, menandai momen penting dalam dinamika politik negara tersebut.
Dengan lebih dari 87 persen suara yang telah dihitung, Bhumjaithai memimpin perolehan suara, diikuti oleh People’s Party di posisi kedua dan Pheu Thai Party di urutan ketiga. Keunggulan ini memberikan Bhumjaithai kepercayaan politik yang kuat untuk membentuk pemerintahan baru dan mengambil peran utama dalam parlemen.
Kemenangan tersebut mencerminkan pergeseran preferensi pemilih dan potensi koalisi yang akan terbentuk setelah pemilu, di mana partai pemenang diharapkan bekerja sama dengan mitra politik lain untuk menjamin stabilitas pemerintahan dan implementasi agenda legislasi yang mencerminkan aspirasi masyarakat Thailand secara luas.
Di luar Thailand, sorotan politik global pada hari itu mencatat hasil signifikan lainnya: di Portugal, kandidat dari partai sayap tengah-kiri Antonio Jose Seguro dinyatakan menang telak dalam putaran kedua pemilihan presiden dengan hampir dua pertiga suara; sementara di Jepang, koalisi yang dipimpin oleh Liberal Democratic Party (LDP) bersama Japan Innovation Party berhasil mengamankan mayoritas dua per tiga kursi di Dewan Perwakilan setelah pemilu nasional.
Berita ini menjadi bagian dari konteks pergeseran demokrasi global di awal 2026, ketika suara masyarakat di berbagai negara mencerminkan perubahan preferensi politik domestik dan tantangan kebijakan di tingkat nasional.
Comments
Leave a Reply