NEXUS/WORLD

Prabowo Tunjuk Nanik Sudaryati Deyang Jadi Kepala Baru Badan Gizi Nasional

JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto resmi menunjuk Nanik Sudaryati Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional yang baru. Pelantikan tersebut dilakukan setelah posisi sebelumnya ditinggalkan Dadan Hindayana, yang dicopot dari jabatannya dan kemudian ditangkap terkait dugaan korupsi dalam program Makan Bergizi Gratis.

Penunjukan Nanik menjadi langkah penting pemerintah untuk menjaga keberlanjutan program unggulan Prabowo tersebut. Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu agenda prioritas pemerintah yang mulai berjalan pada Januari 2025 dan ditujukan untuk memperluas akses makanan bergizi bagi anak-anak serta kelompok penerima manfaat lainnya.

Dalam pelantikan di Istana Kepresidenan, Nanik dipercaya memimpin Badan Gizi Nasional di tengah sorotan besar terhadap tata kelola program tersebut. Sebelumnya, aparat penegak hukum menangkap Dadan Hindayana bersama dua wakil kepala badan atas dugaan korupsi yang disebut menyebabkan kerugian negara.

Kasus tersebut berkaitan dengan dugaan manipulasi dalam pemilihan yayasan pengelola dapur program makan gratis. Selain itu, para tersangka juga diduga terlibat dalam penggelembungan harga sejumlah barang yang dibeli untuk mendukung pelaksanaan program, termasuk sepeda motor listrik, sepatu, dan televisi.

Usai dilantik, Nanik menyatakan perhatian utamanya adalah memastikan efisiensi anggaran agar pelaksanaan program tidak membebani keuangan negara. Meski demikian, ia menegaskan target program tetap harus dijaga agar manfaatnya bisa sampai kepada masyarakat yang membutuhkan.

Nanik juga menyebut pemerintah akan mengambil sejumlah langkah penataan. Salah satunya adalah moratorium atau penghentian sementara pembangunan dapur baru. Selain itu, program akan difokuskan kembali kepada penerima manfaat baru serta pengembangan dapur di wilayah terpencil.

Untuk pengembangan dapur di daerah terpencil, Nanik mengatakan pemerintah dapat mendorong dukungan melalui hibah atau program tanggung jawab sosial perusahaan, baik dari BUMN maupun pihak swasta. Dengan cara itu, pembiayaan tidak sepenuhnya bergantung pada anggaran negara.

Selain menunjuk Nanik, Presiden Prabowo juga melantik dua wakil kepala baru Badan Gizi Nasional. Mereka adalah Agustina Arumsari, mantan Deputi Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan, serta Mayor Jenderal Trenggono yang telah mengundurkan diri dari militer.

Pergantian pimpinan ini terjadi saat program Makan Bergizi Gratis menghadapi tekanan dari berbagai sisi. Selain dugaan korupsi, program tersebut juga mendapat perhatian dari investor karena kekhawatiran terhadap besarnya belanja negara dan potensi risiko terhadap defisit fiskal.

Di sisi lain, isu keamanan makanan juga menjadi sorotan publik. Berdasarkan data Network for Education Watch, kasus keracunan makanan yang dikaitkan dengan program tersebut telah berdampak pada sedikitnya 33.000 anak hingga April.

Dengan susunan pimpinan baru, pemerintah berharap Badan Gizi Nasional dapat memperbaiki tata kelola, memperketat pengawasan, serta memastikan program Makan Bergizi Gratis tetap berjalan sesuai tujuan. Program ini dipandang sebagai salah satu instrumen utama pemerintahan Prabowo dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, terutama anak-anak.

Langkah pergantian pimpinan juga menjadi sinyal bahwa pemerintah ingin menunjukkan respons cepat terhadap persoalan di tubuh lembaga pelaksana. Tantangan terbesar Nanik ke depan adalah memulihkan kepercayaan publik, menjaga efektivitas anggaran, dan memastikan setiap pelaksanaan program dilakukan secara transparan serta akuntabel.

What's your reaction?

0
AWESOME!
AWESOME!
0
LOVED
LOVED
0
NICE
NICE
0
LOL
LOL
0
FUNNY
FUNNY
0
EW!
EW!
0
OMG!
OMG!
0
FAIL!
FAIL!

Comments

Leave a Reply